Senin, 12 Januari 2009
Urang Sunda Kamana Wae?
Ayak, ngayak, misahkeun nu badag ti nu lembut, upama keusik, tipung, huut, jeung saterusna; ayakan, sair parabot paranti ngala lauk jeung paranti ngayak: Ayakan mah tara meunang kancra (paribasa), usaha ku modal leutik, hasilna ge moal gede; ayak-ayak beas, nu badag moncor nu lembut nyangsang (babasan), nuduhkeun kaayaan nu henteu sawajarna, upama nu kahukum teh nu teu pira kasalahanana; pangayakan, 1. parabot paranti ngayak; 2. sesa ngayak: Ulah dipiceun pangayakan keusik teh, urang pake nyaeur nu becek.
D
Dingkul, bodag, ngaran wadah tina anyaman awi, wengkuna buleud bujurna juru opat.
H
Hawu, tungku maneuh, tempat mirun seuneu di dapur keur ngasakan kadaharan, naheur cai jeung saterusna.
K
Kecrik, heurap leutik, sarta kerep.
Kolecer, kai atawa awi ipis panjang nu di tengah-tengahna make as sarta bisa muih upama katebak angin, biasana dipasanag dina tihang awi nu luhur make bubuntut; kolecer kapal udara, kolecer tina logam anu dipuihkeun ku tanaga mesin (motor) pikeun ngagerakkeun kapal udara minangka kincil kapal cai; kokoleceran, 1. kolecer tina kertas; 2. ulin make kolecer (budak); jalan ngolecer, pertelon anu nyiku juruna, jalan lempeng palebah simpangan anu nyiku ka beulah kenca atawa ka beulah katuhu; bandingkeun jalan cagak, parapatan.
L
Layang, 1. ngalayang, hiber teu bari kikiplik; langlayangan, barang kaulinan barudak lalaki tina keretas ipis nu bisa ngapung ku tanaga angin, ditalian ku benang; 2. palayangan, tempat pamiceunan cai ti balong, ti situ jsb. 3. (Jawa) surat, tulisan, lalakon: Layang Ambia, lalakon atawa sajarah para nabi; Layang Seh, lalakon atawa sajarah Seh Abdulkodir Jaelani; 4. ngaran sabangsa lauk laut.
N
Neureus, naek, gabrul maju ka girang (lauk cai, biasana anu lembut, burayak atawa huripan, jeler, beunteur jsb.); paneureusan, panaekan, kamalir tempat naekkeun huripan atawa burayak ngumpul dina gambangan tempat ngumpul lauk-lauk.
U
Ulur, ngulur, 1. meresan kanteh (make undar); 2. ngocorkeun cai ngaliwatan kuluwung atawa pipah; 3. ngomberan langlayangan atawa useup (golong) nu disanggut ku lauk; harti injeuman ngulur-ngulur waktu, ngeser-ngeser waktu, ngarobah waktu dielat-elat.
S
Sereng, nyereng (langlayangan) rada dengdek; diserengkeun, disina dengdek sarta sina maju ka kenca atawa ka katuhu upama rek diadukeun.
Kamis, 08 Januari 2009
Mengapa Facebook?
Di tanah air sepertinya facebook alias FB, memang sedang naik daun. Situs jejaring sosial atau situs pertemanan asal Palo Alto, California ini, sesungguhnya bukanlah yang pertama. Justru yang lebih dulu populer di Indonesia adalah friendster alias FS. Meski sama-sama berasal dari negerinya Barack Obama, konon keduanya memiliki ciri dan profile base yang cukup berlainan.
FB didirikan oleh Mark Zuckerberg seorang lulusan Harvard, dan pertama kali diluncurkan di AS pada tahun 2004. Selain FB situs jejaring sosial lainnya adalah friendster (2002), Myspace (2003), Hi5 (2003), myYearbook (2005), Youmeo (2008), Perfspot (2007), Tagged (2004), Eons (2006), Orkut, Flickr (2004), Imeem, Bebo (2005), Piczo (2007), Blackplanet (1999), Twitter (2006) dan lainnya. Masing-masing dengan penekanan yang berbeda, bisa pada profile sharing, foto sharing, music & video sharing, atau berplatform webblog seperti pada Blogger (2003), Wordpress (2003), Vox, Xanga (1999), Typepad (2003), dan Multiply.
Dari sekian nama situs pertemanan tersebut, FS lebih dulu mendapat tempat di Nusantara. Bahkan kabarnya profile base FS justru berbasis di Asia diantaranya di Philipina, Singapura, Malaysia dan Indonesia, dibandingkan dengan di AS sendiri. Belakangan FB yang populer di AS, perlahan mewabah juga kepada para penggunanya di Indonesia.
Di Indonesia, dari sisi profile base, tampaknya FS lebih mengena di hati kalangan remaja atau abg, sedangkan FB cenderung lebih mature atawa rada-rada "dewasa". Tidak mutlak demikian dan bukan pula menunjukkan kontennya, melainkan jika dilihat trend penggunanya kira-kira demikian.
Hal yang menarik sebenarnya bukan FS atau FB atau lainnya, melainkan mengapa orang "tergila-gila" dengan situs pertemanan itu?
Barangkali anda akan sependapat bahwa penciptanya adalah orang "genius". Atau lebih tepat bila disebut ia cukup memahami, mengerti, dan berempati akan "kebutuhan" komunitas dunia, khususnya para pengembara dunia maya. Tentu saja dalam beberapa hal seperti "kebutuhan" akan informasi, pertemanan, berkomunikasi, pengakuan atau aktualisasi diri, atau mungkin popularitas. Semuanya itu diakomodasi oleh perangkat lunak yang kian interaktif dan mudah digunakan (user friendly). Tanpa perlu belajar dan memahami lebih jauh tentang bahasa pemrograman layaknya kode-kode html, script, atau lainnya yang cenderung jelimet bin rumit itu. Kuncinya adalah kesediaan anda untuk mengikuti panduan dengan klik by klik, maka jadilah anda pemilik account situs pertemanan.
Fitur-fitur yang cukup menonjol di situs pertemanan biasanya adalah fasilitas pencarian yang bisa diatur sesuai key word yang diketahui atau ingin digunakan misalnya atas kategori nama, alamat e-mail, school, company, hobby & interest, hometown, network atau country, atau afiliasi. Bagi anda yang memiliki cukup waktu, terbuka pula opsi explore atau browse atau mungkin bergabung ke dalam group-group tertentu sesuai dengan minat anda, siapa tahu anda akan bertemu dengan teman yang anda cari.
Fitur lainnya tentu adalah info data personal anda. Jika anda mengisi lebih detail dan lengkap, pastinya akan memudahkan pengguna lain dalam mengenali anda. Visualisasi dengan menampilkan foto diri pada profil atau album elektronik anda, tentu jauh lebih efektif. Sesungguhnya fitur upload atau sharing foto inilah yang paling menarik dan menjadi motif mengapa ia membuka account pertemanan. Mengapa? Layaknya seseorang bertamu kepada anda, pasti anda merasa senang jika foto diri dan keluarga anda terpajang di ruang tamu atau di album foto yang diletakan dimeja tamu. Lalu tamu anda membuka dan mencermati tiap halaman sambil memberi komentar. Bagaimana perasaan anda? Senang bukan?
Beberapa aplikasi atau dikenal dengan app, baik berupa bawaan dari situs itu atau add on, bahkan dapat menampilkan halaman profil anda lebih dramatis. Sebut saja aplikasi slide show untuk album foto kenangan anda, atau musik dan video online, bisa membuat ruang tamu virtual anda menjadi hidup dan ramah.
Saat memantau news feed facebook dari salah satu daftar teman yang menjadi "public figure" di FB saya, sepertinya komentar-komentar berikut dapat menjadi gambaran mengapa orang "tergila-gila" dengan situs pertemanan khususnya FB? Inilah sebagian jawabannya (dikutip sesuai aslinya):
- Because it about "us" not "them",
- soalnya bs say hi, ama temen2 dng tanpa ribet dbandingin situs pertemanan lainnya...
- ketemu temen temen lama yang selama ini susah banget nyarinya ....
- karena namanya, buku muka !!:Dwaktunya ber-narsis ria !!:D
- Make us connected with friends
- coz orang2 saat ini akan menjadi fun saat bisa membuka dirinya... alias utk menjadi narsis...!
- jujur, capek tiap hari da imel utk join...ya joinlah sjalah biar ndak capek...ee skrg capek lg add n approve tmn2 lg...capek tapi seneng kok.
- Karena hampir semua orang punya sifat narsisistik, jadi pengennya dikomentari atau diliat profilnya...
- karena kesepian he3
- Menjalin tali Silaturahhmi...banyak rejeki
- Karena FS sering trouble, tAGGED bnyak yg iseng, MY SPACE udah uzur, FLICKER Sya blm punya... :)
- kerana bisa ketemu temen kuliah yg udah lebih 15 taun ngga ketemu, ketemu senior di kampus, ketemu mantan murid yg udah pada di luar, and... bisa narsis!!! huwehehehe...
- Biasa..kalo ada yang baru..dikerubuti...kalo ada yang baru lagi pasti yang lama ini ditinggal..kayak friendster skrgkan mulai ditinggal ....itulah pola hidup masyarakat urban saat ini...
Bagaimana dengan anda?
(Bersambung...)
Jumat, 26 Desember 2008
Rabu, 24 Desember 2008
Kontemplasi
Tidak semata merayakan detik-detik pergantian tahun dengan berbagai "tradisi", namun selalu ada harapan untuk memaknainya.
Pertama, Laporan Tahunan. Laiknya neraca keuangan, akhir tahun adalah periode tutup buku. Artinya adalah saat untuk melaporkan posisi, seberapa besar aktiva kebaikan di pos sebelah kiri, dan bagaimana konfigurasi upaya (equity) untuk memperbesar aset tersebut berupa pasiva di sebelah kanan.
Indikasi harapannya adalah tumbuh positif. Agar tampak perubahannya, maka laporan tahunan minimal disajikan year to year dua tahun terakhir, tentu jika lebih akan tampak kian jelas. Adakah pertumbuhan aset kebaikan dari tahun ke tahun?
Cobalah kita rinci kualitas aset kebaikan tadi. Pos aktiva paling atas tentu saja adalah tabungan atau kas amal baik harian, yang seketika itu juga kita mendapat balasannya. Sebagai contoh: tersenyum, mengucapkan salam, dan berzikir. Amalan dengan feedback relatif cepat. Pos berikutnya adalah piutang amalan, sebagai contoh adalah bekerja mencari nafkah. Di akhir bulan, upaya kerja keras selama sebulan akan menambah saldo rekening kita. Pos lainnya adalah inventori amalan. Harus selalu ada untuk terjaganya stok keimanan kita, seperti contoh: menuntut ilmu, bergaul dengan orang baik, dst. Semakin ke bawah dari urutan pos-pos tadi tentu saja semakin kurang likuiditasnya.
Itu baru current asset, bagaimana dengan fixed asset kita? Barangkali amalan berikut adalah sebagian diantaranya: sholat, zakat, puasa, sedekah dan beribadah haji. Semuanya adalah kebaikan dengan orientasi jauh ke depan, ada nilai jangka pendeknya, namun lebih banyak bernilai akhiratnya. Di pos ini, mesti berhati-hati karena ada penyusutan sebagai faktor pengurang. Sebut saja riya dan takabur. Amalan yang diperbuat dengan ikhlas, jelas akan tercatat menambah aset kebaikan, tanpa pengurang sedikit pun.
Kedua, Proyeksi. Banyak waktu dan tenaga telah dicurahkan untuk memfokuskan diri pada hal-hal yang tengah dihadapi. Atau menjaga posisi seperti pada poin pertama tadi, atau men-zoom in terlalu lama target-target harian kita. Pada akhir tahun ini, adalah saatnya men-zoom out target-target dalam kontek timeline kehidupan ini. Recall memory merupakan salah satu upayanya, sehingga tampak mata rantai atau kaleideoskopnya. Adakah puncak-puncak terbaik yang telah dilewati? Atau justru palung-palung dalam lebih mendominasi rentang grafik kebaikan kita?
Kontemplasi atau muhasabbah adalah poinnya. Yaitu menempatkan perjalanan masa lalu untuk menjadi cerminan menentukkan langkah ke depan, sehingga tiap jejak terjaga dalam konteks. Upaya menimbang-menimbang, mengukur yang lebih dan yang kurang, bahkan bisa lebih kualitatif, seperti sudah diridloikah tiap nafas kita.
Jangan biarkan hidup tanpa target, atau bertarget tapi diluar konteks ilahiah. Bertargetlah setinggi langit... dan berupayalah membumikannya... tentu melalui do'a dan ikhtiar!
Saatnya berkontemplasi... Selamat Tahun Baru!
Kamis, 11 Desember 2008
Rese...si(h) Global
Kept thinking, I could never live without you by my side
But then I spent so many nights thinking, how you did me wrong
And I grew strong and I learned how to get along
…
Oh, no, not I, I will survive
Oh, as long as I know how to love, I know I’ll stay alive
I’ve got all my life to live, I’ve got all my love to give
And I’ll survive, I will survive, hey, hey
Hari ini adalah Fresh Friday.
Hari kerja terakhir bagi sebagian besar pekerja di Jakarta. Ya, tentu saja menjelang weekend adalah hari dimana para pekerja bersemangat untuk datang ke kantor. Ibarat tensimeter, awal pekan selalu dihantui oleh I hate monday, lalu grafiknya perlahan merangkak naik hingga menggapai puncaknya di hari Jum'at.
Jika hari Senin, selalu ditandai oleh muka tertekuk dengan sejuta alasan untuk datang terlambat di tempat kerja, maka atmosfir di hari Jum'at sangat berbeda. Hari Jum'at adalah hari "batik nasional". Sebagian lainnya adalah hari "casual nasional". Di korporasi tertentu, pekerja menanggalkan seragam berdasi yang formal itu dengan seragam yang lebih fashionable. Biasanya bermotif lengan pendek dengan warna lebih atraktif dan colourfull, hingga atribut badge berupa logo dan jargon perusahaan yang tersebar dibagian baju ala sponsorship pembalap di sirkuit. Bahkan di tempat lain jeans dan t-shirt berkerah menjadi dresscode yang "halal" untuk dipakai.
Atmosfir lainnya adalah bike to work. Hari Jum'at yang relatif "longgar", menjadi hari yang dinanti oleh masyarakat Bike to Work untuk menggoes sepeda ke tempat kerja. Sepertinya cara ini cukup efektif untuk mensosialisasikan program udara bersih dan kebiasaan berolahraga. Di beberapa instansi pemerintah nuansa aerobik mania ala Cucak Rowo menghiasi halaman perkantoran di pagi hari. Barangkali ini menjadi sebuah breakthrough atas rutinitas harian yang cenderung satu tone.
Hmm... hari ini saya bersama Mba Yanti mengisi Fresh Friday dengan memenuhi undangan sebuah pembukaan plaza di bilangan Pondok Gede. Alunan lagu Gloria Gaynor seperti penggalan diatas baru saja berlalu. Lagu yang populer di era 70-an itu, dinyanyikan oleh Delia menandai usainya seremonial. Lalu, tepukan hadirin menyambutnya.
Kali ini Delia yang bergaun warna silver tampak silky. Rupanya Delia menjadi host di acara itu. Diiringi oleh band pemenang dalam kontes band di Sentra Bisnis Pondok Gede itu, pilihan lagu yang dibawakannya cukup tepat. I will Survive!
Pembukaan sebuah sentra bisnis kendati berupa perluasan dari yang eksisting, tampaknya cukup menantang di tengah-tengah resesi (global) seperti sekarang. Namun seperti yang dinyatakan oleh pengembangnya, bahwa keyakinan akan peluang di tengah kesempitan harus selalu ada. Bukan tanpa alasan, karena masa-masa sulit seperti krisis ekonomi tahun 1998 dan musibah kebakaran di tahun 2000 pernah dilaluinya. Artinya tanpa bermaksud takabur, jika dibandingkan dengan kondisi yang lalu, kondisi sekarang jauh lebih baik.
Saya rasa spirit optimisme inilah poinnya. Bahwa selalu ada celah diantara karang. Bahwa selalu ada cahaya diantara kegelapan. Bahwa selalu ada solusi diantara berjuta masalah. Bahwa selalu ada harapan ditengah keputusasaan. Maksud saya adalah meski resesi mendera, semestinya senyuman tetap mengembang... yah dunia adalah kumpulan masalah... life must go on, mari urai satu-satu dengan senyuman!
Berharap resesi (global) tidak menjadi rese... si(h) global! Yes, We will survive!
Minggu, 07 Desember 2008
Ayat Ayat Setia
terasa tak terkatakan...
Ada yang terpateri padamu,
satu harapan...
Kurang lebih demikian, penggalan dari sebuah bait puisi di buku paket Mata Ajaran Bahasa Indonesia terbitan Balai Pustaka semasa sekolah di SMA Negeri I Kuningan dulu. Persis dan lengkapnya... mohon maaf sudah terlupa.
Bait-bait puisi itu saya ingat-ingat, dan dikesempatan lain saat buku tugas dari tiap siswa dikumpulkan, saya sempatkan untuk menyalinnya... tentu saja bukan dibuku saya, melainkan dihalaman terakhir tepatnya dibagian dalam buku lovely girl... gadis impian... sebagai pesan singkat... the signal...ha..ha...!
Naksir sih iya, namun tak cukup keberanian untuk menyatakan diri heart to heart. Penggalan bait puisi itu, rasanya sangat mewakili apa yang tergerak dihati... daleeem!
Lagi-lagi itu dulu, waktu telah merubahnya. Rasanya kondisi anak muda sekarang jauh lebih ekspresif, lebih lugas, bahkan mungkin terlalu percaya diri, kalau ngga mau dikatakan nekat. Anda masih ingat, program-program televisi seperti: Katakan Cinta, Playboy Kabel, dan sejenisnya. Akan tergambar bahwa kawula muda kini memiliki energi berlebih untuk mengatakan "sesuatu" tidak hanya dari cowok ke cewek, akan tetapi bisa sebaliknya tanpa ragu... sekali lagi tanpa ragu...! Meskipun, hasilnya belum "terukur" sebelumnya, sehingga penolakan menjadi kenyataan pahit yang wajib dihadapi. Namanya juga usaha... kilahnya.
Saya pun sempat kaget, tatkala keponakan saya yang masih duduk di bangku SD kelas lima nyeletuk "Selingan Indah Keluarga Utuh", saat mengomentari topik terhangat di infotainment kini. Rupanya ekspose yang masif dari media masa seperti televisi, tabloid, majalah, koran, internet dan media privat seperti telepon selular, tidak menyisakan ruang personal tanpa terpapar berita-berita itu. Artis dengan gaya selebritas hingga bagian privatnya menjadi konsumsi dan bahan keingintahuan publik. Laiknya rumus demand & supply, artis dan industri infotainment bak gayung bersambut.
Wabah greene yang memandang rumput tetangga lebih "hijau", rupanya juga melanda hampir-hampir sebagian besar ikatan sakral, yang telah mapan sekalipun seperti perkawinan. Maksud saya, kasus selingkuh alias SLI, alias Selingan Indah Keluarga Utuh, alias ada WIL, atau ada PIL menjadi semakin sering dijumpai.
Lalu, dimana letak kejujuran dan kesetiaan kini?
Hmm... sudah saatnya mengaktifkan kembali antivirus... Selingkuh...The Virus! Tentu saja dengan cara meng-update definite kejujuran dan kesetiaan terbaru secara periodik, atau memperbaiki firewall dan defender keimanan setiap ada kesempatan. Atau mungkin dengan meng-cleaning hidden agenda dengan memperbaiki registry keterbukaan. Energi berlebih ada baiknya dialokasikan untuk merawat rumput dihalaman agar selalu hijau, mungkin bisa lebih hijau dari rumput "tetangga". Siapa tahu?
Intinya adalah integritas dan komitmen. Godaan mencoba dan berspekulasi memang terbuka luas, terlebih bagi mereka yang memegang kendali atas "fasilitas" penunjang ke arah itu. Mudah untuk terpeleset, namun sangat sulit untuk bangkit... berpikir ribuan kali mungkin lebih baik...! Jangan sampai Selingan Indah Keluarga Utuh berubah menjadi Selingan Indah Karir Runtuh atau Selingan Indah Keluarga Runtuh!
Waspadalah, tidak hanya karena niat tapi juga sebab ada kesempatan!

