Selamat Datang di Situs Wajit Subang. Ayo Bersilaturahmi Dekatkan Rezeki!

Kamis, 25 Februari 2010

Sabtu, 31 Oktober 2009

This is It - Michael Jackson

Anda sudah menonton film This is It?

This is It saat ini tengah tayang serempak diberbagai bioskop dunia. Judul film yang diambil dari lagu terbaru Michael Jackson ini, mulai tayang di bioskop tanggal 28 Oktober 2009 lalu. Hingga hari ke-4 penayangannya, film ini diputar rata-rata lima kali sehari di jaringan bioskop Indonesia. Bahkan di jaringan bioskop Cinema XXI dan Cinema 21, film This is It ditempatkan sebagai salah satu tayangan midnight di penghujung hari Bulan Oktober ini.

This is It yang bergenre film dokumenter, mengkisahkan proses dibalik layar dan gladi resik, menandai come back-nya Michael Jackson yang dalam rencana akan dimulai dengan konser 30 hari di Inggris. Di film ini, anda akan disuguhi cuplikan lagu-lagu yang akan dibawakan Jacko pada saat konsernya nanti. Film yang berdurasi 112 menit ini, menjanjikan sesuatu yang belum pernah dipublikasikan sebelumnya.

Sayang, sebelum ia sempat mewujudkan impian dalam konser yang sebenarnya, ajal telah lebih dulu menjemputnya. Michael Jackson telah meninggalkan para penggemar dan publik dunia dengan berbagai kontroversi, di usianya yang menginjak ke-50. Tepatnya, ia wafat pada hari Kamis, 25 Juni 2009 di Los Angeles, USA berselang hampir dua bulan sebelum ulang tahunnya. MJ, demikian sebutan lainnya bagi Michael Jackson, lahir di Indiana, USA, 29 Agustus 1958.

Bagi anda yang belum sempat menonton filmnya di bioskop, rasanya masih cukup waktu. Di trailer filmnya, film This is It direncanakan tayang selama dua minggu. Dan jika anda masih belum sempat hang out, anda tidak perlu kecewa... MJ hadir dengan dua disk album bertitle sama This is It, berisikan lagu-lagu hits miliknya dan yang belum pernah dirilis sebelumnya.

Tunggu apalagi, hadirkan legenda King of Pop di toko-toko kaset/CD terdekat dengan anda, mulai 27 Oktober 2009...!


This Is It - Michael Jackson

This is it, here I stand
I’m the light of the world, I feel grand
Got this love I can feel
And I know yes for sure it is real

And it feels as though I’ve seen your face a thousand times
And you said you really know me too yourself?
And I know that you have got addicted with your eyes?
But you say you gonna live it for yourself?

I never heard a single word about you
Falling in love wasn’t my plan
I never thught that I would be your lover
C’mon baby, just understand

This is it, I can say,
I’m the light of the world, run away?
We can feel, this is real
Every time I’m in love that I feel

And I feel as though I’ve known you since 1,000 years
And you tell me that you’ve seen my face before.
And you said to me you don’t what me hanging round
Many times, wanna do it here before?

I never heard a single word about you
Falling in love wasn’t my plan
I never thught that I would be your lover
C’mon baby, just understand

This is it, I can feel
I’m the light of the world, this is real
Feel my song, we can say
And I tell you I feel that way


Sabtu, 03 Oktober 2009

Sabtu, 05 September 2009

Tensi Pasar

Apa makna ramadhan bagi anda?

Para ulama memaknai ramadhan dalam tiga fase, yaitu kasih sayang (rahmat), ampunan (maghfiroh), dan pembebasan dari api neraka. Laksana sebuah kejuaraan yang berlangsung sebulan penuh, sepuluh hari pertama adalah babak penyisihan, berlanjut ke semifinal, hingga berujung ke final di hari-hari terakhir ramadhan.

Tidak sekedar fase, bisa juga diartikan volume. Ibarat piramida, bagian bawah selalu bervolume lebih banyak, lalu mengerucut sampai bagian puncaknya. Atau mungkin juga, jumlah barisan jamaah shalat tarawih di hari-hari pertama puasa yang berbilang baris, membludak hingga ke tanah lapang di depan serambi mesjid, sampai tersisa di penghujung puasa tidak berbilang baris lagi. Bisa dikatakan pada saat itu imam merangkap makmum, merangkap muajin, dan merangkap bilal... !

Ramadhan adalah sebuah kompetisi. Yang menggapai garis finish tanpa cela adalah insan terbaik. Di awal peserta selalu banyak. Kemudian seleksi alamiah berjalan, ujian, godaan, iming-iming, kesibukan, kesenangan temporer, bisa berakibat sebagian peserta tidak pernah mencapai finish. Tidak merasakan bagaimana menyentuh pita kemenangan, apalagi naik podium berkalung untaian bunga, disambut gemulai "bidadari" podium yang wangi bersenyum indah, lalu mengangkat tropi juara dengan ditingkahi percikan air samphagne keberhasilan.

Ramadhan di perkotaan memang semarak. Semua mendapat "berkah" tanpa kecuali. Mulai dari pasar tradisional sampai hypermarket, dari pasar kaget di perkampungan sampai mall berkelas di jantung perkotaan. Mall dan pusat perbelanjaan penuh sesak, tempat parkir penuh, trolley tabrakan, kasir super sibuk dengan antrian mengular, hampir tidak ada ruang untuk menjejakan kaki, pendingin udara mendadak jadi pemanas udara... semuanya menjadi overload...!

Pengalaman saya tatkala melewatkan waktu di pusat belanja di seputar bundaran Hotel Indonesia beberapa saat lalu, jika anda melewatkan waktu menjelang maghrib disana, dijamin mencari tempat duduk di food court atau resto sulit minta ampun... semua meja bertulis reserved tidak ada bangku kosong, semua sudah "diduduki". Hingga anda harus "tawaf" berkali-kali sembari membawa nampan ta'jil, barulah mendapat tempat singgah... setelah tebar "intimidasi" agar yang duduk segera berlalu, itupun sambil menunggu petugas pembersih meja yang tidak jua muncul karena sibuk atau memang lagi berbuka juga... lagi-lagi itupun dapat di smoking area...!

Begitulah tensi pasar meningkat tajam menjelang sepuluh hari terakhir ramadhan. Inpus THR yang turun di 14 hari terakhir ramadhan, kian memacu tensi menjadi kencang. Harga-harga kebutuhan sekunder berupa sandang, mungkin tidak selalu mengikuti hukum pasar. Demand yang meningkat drastis, bisa jadi tidak diikuti kenaikan harga, justru pasar dibombardir dengan aneka diskon... akhirnya permintaan menjadi berlipat-lipat kali. Bukan tanpa alasan, semua bergulir atas nama cuci gudang.

Berbeda dengan pasar kebutuhan pokok, harga-harga disini menjadi "liar". Ibu-ibu mendadak pusing tujuh keliling, gara-gara uang ditangan menjadi tiada arti. Selembar uang menjadi tidak cukup, pedagang meminta berlembar-lembar, untuk barang yang sama agar bisa dibawa pulang. Bapak-bapak menjadi terpojok. Rengekan dan tangisan anak-anaknya, membuat kian tak berdaya. Untung masih ada asset tersisa, waktu yang tepat memarkir asset di pegadaian. Seperti headfoto diharian nasional beberapa hari lalu, deretan rapi traktor menjadi asset penolong para petani, diparkiran pegadaian. Sesuai motonya "Menyelesaikan Masalah tanpa Masalah", maka pegadaian menjadi ikut sibuk dan ketiban rejeki tahunan. Akhirnya cashflow in kembali menggairahkan pasar...!

Di sektor keuangan & perbankan, tidak kalah meriah. Perbankan menggelontorkan uang pecahan kecil untuk melayani kebutuhan deposan dan debitur. Penukaran uang kecil menjadi primadona transaksi di kasir-kasir. Antrian di banking hall mengular keluar pintu. Hingga para teller kepayahan, ditengah aneka ragam permintaan nasabahnya. Trend yang sama adalah operasi pasar uang kecil oleh cash management di tempat-tempat tertentu. Bahkan inang-inang sudah lebih dulu memulai, di terminal bus, stasiun kereta, atau tempat keberangkatan lainnya.

Demikianlah tensi pasar mengindikasikan 160/120. Sayang, tensi ramadhan di surau dan mesjid, justru terindikasi sebaliknya, ada koreksi tensi yang tajam... hampir menyentuh batas malfunction, padahal disana juga terjadi diskon besar-besaran dengan itikaf sebagai promo andalan, apalagi 10 hari terakhir...!

Semua ada ditangan anda, itikaf di mesjid atau tawaf di mall... selamat berpuasa!

Kamis, 20 Agustus 2009

Ramadhan 1430 H

Selamat Menjalankan Ibadah Puasa
Ramadhan 1430 H
Dengan Niat Lurus Menggapai Ridho-Nya
Semoga Menjadi Insan Bertaqwa. Amin!

Senin, 17 Agustus 2009

Dirgahayu RI

Dirgahayu Republik Indonesia ke-64
Selamat Merayakan & Memperingati
Proklamasi Kemerdekaan RI
17 Agustus 1945
Mari Bersama Wujudkan Indonesia Merdeka Seutuhnya

Minggu, 02 Agustus 2009

Cinema XXI BSD City

Woww.... satu titik hang out teranyar hadir di BSD City. Jika sebelumnya Blitzmegaplex BSD City telah dibuka di Teraskota Entertainment Center, kini Cinema XXI siap pula memanjakan anda, para penyuka film bioskop.

Cinema XXI BSD City beroperasi sejak 16 Juli 2009 lalu, berselang seminggu dari premiere Blitzmegaplex BSD City. Cineplex yang berlokasi di:

Cinema XXI BSD City
BSD Plaza Lt.2
Jl. Pahlawan Seribu, Sektor IV, BSD City, Serpong, Tangerang
Telp. (021) 5372704

berjarak kurang lebih satu kilo meter dari Blitzmegaplex ke arah gerbang utama BSD City. Kehadirannya merupakan hasil make over dari Cinema 21 sebelumnya. Setelah melewati fase revitalisasi sekitar satu bulan, maka jadilah Cinema 21 BSD City berubah wujud menjadi Cinema XXI BSD City.


Apa saja yang berubah?

Pertama, tentu saja yang berubah adalah namanya. Meskipun berasal dari jaringan bioskop yang sama, Cinema XXI sepertinya merupakan repositioning dari Cinema 21. Seperti anda ketahui, di beberapa tempat gerai Cinema 21 telah berganti nama menjadi Cinema XXI. Pada tahun-tahun terakhir, sepengamatan saya kondisi Cinema 21 BSD City memang nyaris kurang greget, tampak dari sisi kunjungan penonton dan "aura gelap" bioskopnya.

Namun, kini sangat berbeda, icon bioskop tampak berwarna kuning emas cukup cerah dan mencolok menempel di depan dinding Plaza BSD. Otomatis menggantikan tempat sebelumnya, yang berisi baliho-baliho film dalam deretan now playing.

Kedua, selain repositioning adalah upgrade kelas bioskop. Artinya ada pergeseran pada target market penonton, yang semula cenderung basic, maka sekarang agak middle. Tampak pada fasilitas ticketing dengan computer display, lobby yang kian cantik, toiletris yang memadai, mini cafe, sofa tunggu dan display now playing & coming soon yang sama sekali baru dan telah ditata ulang cukup apik. Beberapa bagian lantai lobby beraksen karpet persegi.

Agak sedikit berbeda dengan Blitzmegaplex, display now playing & coming soon berupa hard poster film dengan pelapis kaca atau acrylic, sementara di Blitzmegaplex sudah tampil dengan layar LCD.

Jumlah layar tetap dipertahankan sebanyak 4 buah, dengan penamaan Cinema One, Two, Three, dan Four. Yang tampak berbeda sekali adalah tempat duduk penonton, jika semula berwarna merah khas 21, kini berwarna biru muda, tentu saja lebih lega & nyaman, dilengkapi dengan handrest. Deretan antar baris pun berjarak lebih longgar, sehingga memudahkan anda melewati kursi-kursi itu ketika akan menuju kursi yang berada di pinggir.

Bagaimana dengan tata suara?

Ketika saya menjajal di Cinema Two untuk penayangan film My Mom's New Boy Friend yang dibintangi Antonio Banderas dan Meg Ryan, DOLBY memperkenalkan diri sebagai pengusung tata suara di cinema ini. Bagi saya DOLBY berhasil mereproduksi effect suara yang cukup jernih dan seimbang.

Kehadiran Cinema XXI BSD City, kemungkinan merupakan antisipasi pasar dengan masuknya Blitzmegaplex di kawasan ini. Diperkirakan pasar penonton yang dibidik, memiliki kesamaan diantara keduanya. Tidak heran selain persaingan dalam fasilitas cinema, tak kalah pentingnya adalah persaingan dalam harga tiket masuk (HTM):

  • Senin sampai Kamis, HTM Rp.15.000,-
  • Jum'at, Sabtu, Minggu/hari libur Nasional, HTM Rp.25.000,-

So, mau menonton dimana? Mereka menayangkan, anda yang menentukan tempatnya...!

Selamat menonton...!