Selamat Datang di Situs Wajit Subang. Ayo Bersilaturahmi Dekatkan Rezeki!

Senin, 01 Juli 2013

Commuter Line Update: Kartu Commet Multitrip Efektif Berlaku 1 Juli 2013



Ada kabar gembira bagi anda pengguna kereta Commuter Line (CL) hari ini. PT. KAI Commuter Jabodetabek mulai memberlakukan penggunaan kartu multitrip untuk pengguna Commuter Line. Seperti diketahui uji coba Commuter Electronic Ticketing (Commet) sudah berjalan sejak tanggal 1 Juni 2013 melalui penggunaan kartu Commet untuk rute single trip (sekali jalan).

Berbeda dengan penggunaan kartu Commet untuk perjalanan sekali jalan, kartu Commet multitrip memiliki beberapa keunggulan, diantaranya sbb.:

Pertama, Bebas antrian di loket pembelian tiket. Bagi anda komunitas komuter yang secara rutin dan bergantung kepada penggunaan kereta CL, anda bisa membeli kartu perdana atau mengisi ulang di loket dengan memilih waktu-waktu tertentu disaat trafik loket rendah. Artinya akan banyak menghemat waktu, dan tanpa perlu takut tertinggal kereta akibat antrian loket yang berkepanjangan.

Kedua, Lebih fleksibel dalam menentukan rute perjalanan. Anda tidak perlu menyebutkan tujuan atau rute akhir pada tiap kesempatan melakukan perjalanan kepada petugas loket. Cukup tap kartu di gate in stasiun awal dan jangan lupa tap di gate out stasiun tujuan anda. Dengan kata lain, anda tidak perlu bingung ketika anda belum menentukan stasiun tujuan anda pada saat sudah berada di atas kereta, melainkan anda bisa putuskan keluar atau turun di stasiun manapun, kapan dan sesuka hati, terkecuali stasiun awal.

Ketiga, Tidak perlu menyiapkan uang tunai setiap anda melakukan perjalanan. Sebagai kartu prabayar yang berfungsi sebagai tiket, uang anda telah "disimpan" menjadi saldo di kartu Commet, dan siap "dipotong" sebagai kompensasi penggunaan jasa kereta ketika tap out di stasiun tujuan. Berarti anda tidak perlu menyiapkan uang tunai dan mengambil uang kembalian disetiap melakukan perjalanan. Lebih sederhana dan lebih cepat bukan?

Keempat, Gaya hidup modern. Sebagai komunitas perkotaan dengan kepedulian akan isue-isue kekinian seperti kemacetan atau go green, maka dengan memiliki Commet multitrip sudah cukup mewakili ciri-ciri pribadi yang simpel, efisien, efektif dan bernilai lebih untuk sebuah gaya hidup bertransportasi. Lebih jauh lagi anda telah berpartisipasi untuk menekan penggunaan kendaraan pribadi sebagai solusi menekan kemacetan dan polusi udara perkotaan. 

Sebagai perbandingan di negeri tetangga seperti Singapura, kartu prabayar sejenis untuk perjalanan transportasi multitrip diantaranya adalah Ez-Link. Ez-Link dipakai sebagai tiket untuk transportasi terpadu di Singapura yang meliputi MRT, LRT dan bus. Kartu perdana Ez-Link dengan mudah diperoleh diberbagai gerai diluar stasiun kereta. Penggunanya dapat mengisi ulang secara mandiri melalui General Ticketing Machine (GTM) yang tersedia diberbagai stasiun MRT dengan memasukan nilai dan uang tunai melalui mesin. Selain untuk isi ulang Ez-Link, GTM juga berfungsi sebagai channel penjualan tiket untuk single trip secara mandiri dengan menekan stasiun tujuan di layar sentuh dan jumlah tiket yang dipesan. Mesin secara otomatis merespon uang tunai yang anda masukan ke mesin dan menghitung uang kembalian, lalu mengeluarkan kartu yang dipesan dan uang kembalian anda melalui sebuah dispenser. Berbeda dengan kartu Commet single trip, harga tiket sekali jalan yang dibeli dari GTM sudah termasuk beban deposit kartu sebesar 1 SGD per kartu yang dipesan. Sementara itu di gate out stasiun tujuan kartu tidak dikembalikan melalui slot di gate out, melainkan cukup di-tap kemudian gate terbuka. Pengembalian kartu dan deposit kartu sekali jalan, bisa dilakukan melalui slot mesin GTM dan uang deposit diambil melalui dispenser.  

Saat ini distribusi channel untuk kartu Commet baik untuk single trip atau pun multitrip, dilayani oleh loket-loket penjualan di seluruh stasiun kereta di Jabodetabek, demikian halnya untuk layanan isi ulang. Moga-moga saja ke depan distribusinya bisa lebih mudah dan meluas, termasuk bisa dibeli dan diisi ulang melalui mesin secara swalayan. So... tunggu apa lagi, ingin gaya dan peduli... baiknya anda segera mencobanya...!

Spesifikasi kartu Commet multitrip:
  • Kartu Commet multirip merupakan kartu Commet yang tergolong prabayar.
  • Kartu perdana dapat dibeli seharga Rp.50.000,-, terdiri dari harga kartu perdana seharga Rp.20.000,- dan saldo senilai Rp.30.000,-.
  • Kartu perdana dapat dibeli dan diisi ulang di seluruh loket stasiun KA di wilayah Jabodetabek, dengan nilai maksimum isi ulang sebesar Rp.1.000.000,-.
  • Saldo Rp.7.000,- merupakan saldo minimum bagi penggunanya untuk melakukan perjalanan.
  • Kartu Commet dapat digunakan dan dipindahtangankan kepada orang lain.
  • Tidak ada masa kadaluwarsa saldo atau kartu.
  • Biaya penerbitan kartu baru karena rusak atau patah atau hilang sebesar Rp.20.000,-.
  • Kehilangan kartu menjadi tanggungjawab pemilik kartu, dan saldo tidak dapat dipindahkan. Sedangkan pemindahan saldo karena kartu rusak atau patah masih dimungkinkan dengan tenggang waktu pengkreditan tertentu.
  • Perhitungan tarif bersubsidi adalah lima stasiun pertama sebesar Rp.2.000,- dan setiap tiga stasiun selanjutnya Rp.500,- dengan tarif tiket terjauh sebesar Rp.7.000,-.
Tips penggunaan kartu Commet multitrip:
  • Jangan lupa untuk selalu tap in di stasiun awal dan tap out di stasiun tujuan, sehingga anda terhindar dari denda dengan tarif terjauh dan kartu anda tetap bisa dipergunakan.
  • Jika anda tap in di stasiun awal dan tap out di stasiun yang sama, anda dikenakan tarif terjauh.
  • Selalu menyimpan ditempat yang aman, hindari tertekuk, patah atau hilang, karena itu adalah berisi uang anda untuk membayar sebuah kenyamanan.
Sumber: Brosur PT. KAI Commuter Jabodetabek

Selasa, 06 November 2012

Skyfall

Sudah nonton film James Bond terbaru?

Demikianlah ungkapan pertama, tatkala mengisahkan perjalanan film Bond sebelumnya (Quantum of Solace) pada blog ini, lebih dari empat tahun yang lalu. Tidak terasa film Bond yang telah berhasil diproduksi dan diedarkan ke seluruh dunia mencapai film ke-23. Kali ini film yang berkisah tentang aksi agen rahasia Inggris M16 itu bertajuk Skyfall.

Saya baru sempat nonton film ini lima hari paska peredaran perdana Skyfall di tanah air mulai tanggal 1 November 2012. Tentu saja memanfaatkan momen nonton hemat yang biasanya diplot setiap hari Senin atau weekdays. Di momen weekend (Jumat – Minggu) meskipun hari libur terkadang sayang juga ya… untuk tipikal penonton budjet seperti saya. By the way… penggemar film 007 di Indonesia cukup beruntung, karena bisa menyaksikan lebih dulu dibandingkan di AS yang direncanakan tayang perdana mulai tanggal 9 November 2012. Sedangkan di Inggris pemutaran perdana telah berlangsung sejak 23 Oktober 2012 yang dihadiri oleh Pangeran Charles.

Adakah sesuatu yang istimewa di film Skyfall?

Skyfall sebenarnya merujuk ke sebuah nama tempat di Skotlandia, tempat semasa kecil James Bond, yaitu wilayah pedesaan terpencil yang terletak diperbukitan berhawa sejuk bahkan cenderung dingin. Frase tersebut sedikitnya terungkap pada penggalan film sesaat menutup reinterview Bond menjadi “agen” dan tertulis pada sebuah gapura batas wilayah menjelang akhir film.

Film garapan sutradara Sam Mendes ini menjadi momentum perayaan eksistensi James Bond setelah melewati kurun waktu 50 tahun, yaitu sejak peredaran pertama film bertitel Dr. No pada tahun 1962, dan setelah melewati masa lima pemeran Bond yaitu Sean Connery, George Lazenby, Roger Moore, Timothy Dalton dan Pierce Brosnan. So… terasa istimewa bukan?

Skyfall merupakan film Bond ke-3 yang diperankan oleh Daniel Craig, setelah film sebelumnya berjudul Casino Royale (2006) dan Quantum of Solace (2008). Jika rata-rata produksi/peredaran antar film Bond berkisar dua tahun, maka jeda dengan film QoS relatif cukup lama.

Lagi-lagi di film ini, tradisi yang tetap dipertahankan adalah kehadiran Bond Girl, Aston Martin, Miss Moneypenny, dan M. Setelah absen di dua film terakhir, figur Q kini eksis kembali dengan pemeran yang jauh lebih muda. Begitu pula dengan alur cerita, relatif tidak berubah. Dimulai dengan aksi kejar-kejaran motor yang selalu tidak biasa – kali ini terjadi diatap genteng di Istambul Turki, terus tensinya meningkat dengan baku hantam di atap kereta yang melaju cepat berselang seling melewati terowongan menjadi adegan yang cukup seru di awal film, hingga akhirnya saat title dan casting utama muncul sebagai “cooling down”.

Dari sisi tema, film Bond memang selalu adaptif dan aktual dengan isu-isu dunia yang berkembang pada jamannya. Skyfall menurut saya cukup berhasil mengangkat isu-isu kekinian, diantaranya terkait terorisme global, demokratisasi dan krisis ekonomi yang melanda AS dan Eropa. Lebih tepatnya tinjauan tentang urgensi intelejen dikaitkan demokratisasi negara dan keterbatasan anggaran dimasa krisis di satu sisi, dan djsisi lain munculnya kejadian-kejadian kontra intelejen yang selintas tampak “menyerang” keberadaan negara, tapi faktanya justru dilakukan oleh kelompok “opportunis” yang sudah berada diluar “state” demi kepentingan bisnis, penguasaan sumberdaya dan mencari keuntungan semata. Seperti sebuah “kejujuran” alias “pengakuan” diri, bagaimana kelamnya dunia intelejen.

Dengan tema ini, maka alur film juga relatif mengalir dan tidak membosankan. Film berdurasi 145 menit ini mampu mengeksplor spot-spot keindahan kota di Istambul, Turki, suasana malam Shanghai di Cina, landscap London di Inggris, serta kesunyian pedesaan Skotlandia. Tentu tak kalah menegangkan adalah aksi-aksi Bond hampir sepanjang film yang ngga biasa, melalui bantuan sebejibun stunt professional yang bisa anda lihat di credit akhir film.

Dan… yang berbeda dari film sebelumnya adalah bahwa Skyfall sedikit lebih “membumi” dengan mengurangi porsi peranti, gadget dan pernak-pernik heboh ala teknologi James Bond yang biasa disupport oleh Q. Sehingga tampak ada sedikit pergeseran dari pamer teknologi ke kekuatan karakter sebagai keunggulan film. Bisa jadi pengaruh budjet yang “dipangkas” karena krisis atau mungkin pula karena akting Daniel Craig yang kian membaik dibanding dua film sebelumnya. Sentuhan “tradisional” atau katakanlah sejenis “humanis” tampak dari sikap dan peralatan dalam film ini, diataranya ketika Bond bercukur dengan pisau cukur ala barber shop Asgar (tapi yang ini beda karena dibantu n berada dipangkuan Eve…he..he..), atau adapula senjata ala kadarnya ala MacGyver.

Dan yang paling greget adalah akting Judi Dench sebagai M yang selalu hebat… (meski sudah berumur). Sayang… yang ngga kalah sedihnya yaitu saat M mengakhiri karirnya difilm ini, dan harus berganti dengan M yang lain… tatkala M menutup mata dipangkuan Bond serta mewariskan “sesuatu” diakhir cerita kepada Bond.

So… Bagaiamana menurut Anda?

Casting:
  •         Daniel Craig (James Bond)
  •         Judi Dench (M)
  •         Javier Bardem (Raoul Silva)
  •         Naomie Harris (Eve – Miss Moneypenny/Sekretaris M)
  •         Brnice Lim Marlohe (Severine – Bond Girl)
  •         Ben Whishaw (Q)
Filmography:
  •         Quantum of Solace (2008)
  •         Casino Royale (2006)
  •         Die Another Day (2002)
  •         The World is Not Enough (1999)
  •         Tomorrow Never Dies (1997)
  •         Golden Eye (1995)
  •         License to Kill (1989)
  •         The Living Daylights (1987)
  •         A View to A Kill (1985)
  •         Octopussy (1983)
  •         For Your Eyes Only (1981)
  •         Moonraker (1979)
  •         The Spy Who Loved Me (1977)
  •         The Man With The Golden Gun (1974)
  •         Live and Let Die (1973)
  •         Diamonds are Forever (1971)
  •         On Her Majesty's Secret Service (1969)
  •         You Only Live Twice (1967)
  •         Thunderball (1965)
  •         Goldfinger (1964)
  •         From Russia With Love (1963)
  •         Dr. No (1962)

Rabu, 17 Agustus 2011

Windows Shopping ala Pasar Subang

Adakah ingatan tersisa dibenak anda tentang Pasar Subang?

Sudah sekian lama berupaya memanggil ingatan tentang Pasar Subang agar hadir diblog ini... tapi sepertinya RAM sudah sesak dengan task kekinian, sehingga hanya judul dan label tanpa isi saja yang berbulan-bulan mengendap sebagai draft di blog ini... Bertepatan dengan perayaan Kemerdekaan RI ke-66 ini, rasanya ngga salah mencoba flash di kejayaan masa itu... sebagai ikhtiar memaknai kemerdekaan...

Pranata Desa, Pasar Subang kita sebut aja PS adalah kelembagaan sosial dan bisnis yang cukup penting pada masanya. Sebuah keteraturan yang bisa ditemui setiap hari Ahad dan Kamis pagi di setiap pekan. Karena letaknya berada di pusat pemerintahan Kecamatan Subang, tak heran PS menjadi pusat kegiatan ekonomi masyarakat di wilayah ini pada rentang tahun 70-an hingga 90-an. PS square juga menjadi bagian dari keberadaan alun-alun, Mesjid Attaqwa, Balai Desa Subang dan terminal, dengan pohon beringin sebagai landmark-nya. Sebuah rumusan tata ruang yang cukup baku dan lazim di Pulau Jawa.

PS tercatat telah melahirkan para pahlawan yang berjasa "menghidupi" banyak kalangan, sebut saja Mang Pandil yang sigap melayani dengan daging kambing segarnya, Abah Haji Hayam yang setia menjual ayam kampung hidup, Mang Ahwa dengan tahu pikul Ciberung, Bu Haji Atmini dengan sayur dan bumbu dapurnya, Mang Karwa, Toko Sandang, Toko Itikurih, dan lainnya dengan spesialisasi produk dan jasa masing-masing. Mereka adalah wirausahawan lokal terpandang mulai dari kelas lapak gelaran, emperan, sampai ke kelas toko permanen.

Ibarat mall atau pusat perbelanjaan yang kita kenal sekarang, PS juga berfungsi sebagai tempat rendezvous atau bersosialisasi berbagai kalangan, mulai dari anak-anak, remaja, dewasa, paruh baya hingga kakek dan nenek, tumplek blek dihiruk pikuk Ahad dan Kamis pagi. Tentu saja tidak sekedar berbelanja layaknya wanita, para pria yang tergolong berumur pun selalu menyempatkan hadir di PS, untuk tujuan windows shopping, update harga, atau sekedar mencari suasana baru. Dengan busana rapi dan tangan tergantung dibelakang, para pria mencermati barang seputar alat-alat pertanian & pertukangan, seperti cangkul, golok, gergaji, asahan, atau tembakau dan pahpir. Tempat favorit para pria berkumpul berada di seputar lapangan volley di depan mesjid, dimana para pedagang kelas gelaran tumpah ruah sampai disana.

Berbeda dengan para penjual lokal yang berjualan produk harian, produk sandang dan tekstil umumnya didominasi oleh saudagar dari Kecamatan Rancah, Ciamis. Pada petang menjelang hari pasar, mereka berbondong-bondong memikul besek dagangan dari arah Janglapa, lalu menyeberang sungai Cijolang dengan rakit bambu, terus melewati persawahan kampung Bojong, naik perbukitan dan hutan, menyeberangi sungai Cimonte, sampai akhirnya tiba di "hostel" Ma Ukat yang bersebelahan dengan rumah orangtua saya. Ya... kurang lebih menempuh 6-8 km berjalan kaki sambil memikul beban dipundak... sebuah perjuangan yang cukup fantastis...! Karena tidak ada pilihan transportasi kala itu.

Saudagar dari Rancah umumnya relatif alim, tampak taat beribadah. Selepas beristirahat, ritual lainnya diteruskan dengan mandi dan shalat di sebuah musholla sederhana di seberang rumah. Ma Ukat dengan semangat melayani mereka makan dan menyediakan perlengkapan tidur di loteng dan kamar, yang terkadang hanya beralas tikar pandan. Di kegelepan pagi, pada keesokan harinya mereka berangkat ke PS dan menempati blok khusus pakaian dan tekstil yang berada di pelosok utara.

Selepas subuh tatkala hari masih gelap, jalanan dari arah barat mulai ramai oleh para pejalan kaki. Mereka adalah para pedagang dan pembeli yang berasal dari seputar kampung Cikembang, Desa Kutawaringin, Ciberung, bahkan dari Selajambe dan Cantilan, dengan obor baralak
sebagai penerang jalan menembus dingin dan gelapnya pagi. Maka di saat matahari mulai bersinar, tampak berserak sisa obor baralak di tepi-tepi jalan.

Pedagang lain yang berasal dari atas desa adalah pemilik toko emas, toko kaset, pedagang burayak, dan pedagang golok.

Ritual favorit bagi saya adalah mengantar orangtua ke pasar. Berbekal keranjang belanja serta ditemani vespa 150 sprint tahun 70-an menjadi nostalgi yang mengesankan. Selalu terbayang kehangatan dan keramahan orang-orang Subang di sepuluh menit perjalanan. Tegur sapa... berisi sapaan "bade kamana...?" atau "bade borong yeuhh...!" adalah kosa kata yang kerap terdengar... pertanyaan yang tidak perlu jawaban memang... tapi keluguan khas masyarakat pedesaan masih terasa kala itu. Rumus rengkuh, pasemon dan lentong... benar-benar dipakai dalam tata pergaulan...

Begitupun saat tiba di parkiran motor di lapangan volley dekat mesjid, kesibukan sapa menyapa tatkala berpapasan dengan hilir mudik orang-orang, menjadi kegiatan sosialisasi tersendiri... Lima belas menit windows shopping dan rendezvous ala Pasar Subang harus berakhir... vespa harus kembali ke rumah dengan keranjang berisi bayam, wortel, seledri dan daging kambing... membonceng ibu di sadel belakang... lagi-lagi menembus kehangatan dan keramahan sepanjang perjalanan... lalu tiba saatnya menikmati sop kambing bikinan ibu di rumah... ditemani hampas kecap dan tahu Mang Ahwa.

Begitulah, PS telah menjadi bagian penyumbang gizi keluarga dan masyarakat... maka layaklah apresiasi terbaik kepada Mang Ahwa, Mang Pandil dan rekan-rekan di hari kemerdekaan ini... pejuang perekonomian dan gizi Urang Subang...

Dirgahayu Kemerdekaan RI ke-66...!

Rabu, 10 Agustus 2011

The Color of Ramadhan

Bersilaturahmi

Ber'itikaf

Berzakat

Bersedekah

Berdzikir

Sabtu, 06 Agustus 2011

Negeri di Awan

Senja Idul Fitri 1431 H

Senja Idul Fitri 1431 H

Pagi Berkabut Idul Fitri 1431 H

Sabtu, 22 Januari 2011

Memulai Budget Traveller


Jenuh dengan rutinitas? Atau bosan dengan perjalanan commuter dari A ke B dari B ke A setiap lima hari seminggu guna meraih sesuap nasi dan segenggam berlian? He...he... sindrom pekerja perkotaan yang tinggal di satelit kota mengalaminya... Ngga pa-pa, perjuangan untuk sebuah eksistensi... tetapi ada sedikit saran... bagaimana kalau sedikit mencari tantangan? Ya, tantangan... become a budget traveller...!

Caranya...? Para expert telah berbaik hati membaginya via google... he...he..., tapi ngga ada salahnya kita sedikit ringkas rumusnya.

Pertama, ambil posisi di tempat favorit anda, semisal sofa terbaik di istana anda, kursi goyang di ruang keluarga, bangku tua di halaman belakang, atau sajadah di musholla pribadi anda. Apa yang dilakukan? Tentu saja berkhayal... he...he... bayangkan saja... anda ingin pergi kemana, paling tidak ke suatu tempat yang dianggap menarik, atau pernah terlintas di mimpi anda. Percayakah anda, dalam sebuah mimpi saya mengalami perjalanan yang cukup detail ke suatu tempat yang belum pernah dikunjungi... cukup indah... ehhh... beberapa tahun kemudian rute tersebut persis terwujud ditemui di alam nyata...?

Ngga mustahil kan...? Mungkin film Hollywood berjudul Up bisa menjadi inspirasi, bagaimana sebuah mimpi yang terpahat semasa kecil akhirnya menjadi kenyataan setelah melewati waktu yang teramat panjang, melewati masa-masa good time & bad time, ketika ia menjadi tua... Namun poinnya harus tetap ada... spirit of advanture! Tentukan destinasi atau tujuan anda.

Untuk membantu dan memilah, tujuan wisata bisa mengacu opsi tematik, semisal wisata alam seperti pantai, pulau, laut, sungai, danau, waduk, situ, sawah, kawah, dan gunung dengan sederet aktivitasnya. Ditempat ini anda bisa berenang, snorkling, diving, kayak, surfing, parasailing, memancing, rafting, tracking, cycling, climbing, paralayang, berburu dan lainnya. Segudang aktivitas interaktif, maksud saya tidak sekedar see n view tetapi lebih dari itu... mulai dari yang ekstrim, moderat atau ringan tergantung nyali dan hobi anda. Yang paling ringan adalah berfoto-foto ria terus unggah deh ke fb atau blog pribadi anda... he...he... Lalu apa yang didapat dari tempat ini? Pastinya anda kian dekat dengan alam, saling mengagumi, lalu bersyukur deh atas penciptaannya... singkatnya taddabur alam.

Bagi anda yang menyukai keramaian, wisata kota bisa menjadi pilihan anda. Apa yang menarik disini? Dengan city tour yang dikemas apik, ngga salah Singapura menjadi salah satu acuan wisata kota yang menarik. Anda bisa road mall to mall untuk memuaskan hasrat belanja fashion, gadget, souvenir, atau sekedar update produk dan harga terbaru. Sebenarnya tidak melulu shopping till drop yang menjadi genre destinasi ini, anda pun bisa melakukan semisal keliling kota dengan MRT (mass rapid transport), LRT (light rail transit), atau bis yang menghubungkan tempat-tempat menarik di dalam kota, mengunjungi teather, konser musik, grandprix, musium, expo, pasar malam, wahana atraksi keluarga, pusat kuliner atau point of meeting alias tempat nongkrong. Tidak kalah menarik tentunya menikmati suasana ambiance dan gemerlap kota di malam hari.

Tema destinasi lain yang kian digandrungi adalah wisata sejarah dan religi. Tempat-tempat bersejarah seperti musium, situs-situs purbakala, mesjid, makam, goa, benteng, jembatan, jalan, monumen perjuangan, gedung, yang telah melewati masa tertentu dalam perjalanan hidup manusia, bisa menjadi pilihan. Kisah dibalik objek bersejarah rasa-rasanya mampu menjadi inspirasi bagi anda. Menengok masa lalu untuk berbuat yang terbaik di masa depan... kira-kira demikianlah poinnya.

Kedua, cari info tentang bibit bobot bebet destinasi anda. Kalau memungkinkan waktunya bisa serinci mungkin semisal place of interest (poi), rute & jarak antar poi, transportasi, musim & iklim, tempat menginap berikut fasilitas dan harganya, mata uang & bahasa, tempat makan & harganya, tempat penjualan souvenir dan adat istiadat masyarakat. Untuk mendapatkan semuanya... anda tinggal googling aja... pilah dan bandingkan... mudah bukan...?

Bagian terpenting dari tahapan ini adalah anda tahu apa yang ingin dilakukan disana. Maka poi harus dipetakan berikut skedul untuk mengunjunginya, sehingga waktu lebih efisien dan menjangkau tempat-tempat impian anda, tanpa kehilangan waktu dan roh pelesirannya tetap dapat dinikmati. Jika anda, memiliki kolega atau keluarga di tempat yang dituju, maka akan semakin baik. Anda dapat berkomunikasi dengan mereka, jauh-jauh hari sebelumnya untuk meminta bantuannya.

Bagi anda yang berminat numpang nginap dan meminta bantuan traveller lain di tempat tujuan anda mulai sekarang anda bisa gabung di situs-situs pertemanan semisal http://www.couchsurfing.org/ dan http://www.hospitalityclub.org/. Selain berhemat, anda juga bisa mendapat tempat bertanya gratis disana. Bagi anda yang kurang menyukai cara ini, info semisal hostel atau tempat penginapan murah juga mudah ditemui semisal http://www.hostelworld.com/ atau http://www.hostelbookers.com/ yang memungkinkan dibooking sebelum keberangkatan. Atau info umum lainnya semisal http://www.facebook.com/group.php?gid=128092889677 yaitu salah satu group di fb yang rajin membagi info backpacker.

Terakhir, saran terbaik adalah sign up di situs-situs low cost carrier bagi anda yang berniat bepergian dengan pesawat terbang semisal http://www.airasia.com/id/en/home.html, http://www2.lionair.co.id/Default.aspx, sehingga anda memperoleh notifikasi disaat airline dimaksud sedang menawarkan promo. Maka rajin-rajinlah mencek inbox anda, siapa tahu ada penerbangan berbudget nol atau gratis... jika anda beruntung mendapatkannya.

Happy holiday... ngga terlambat untuk memulai tantangan dengan minimal budget... he...he...!

Sabtu, 04 September 2010

Wilujeng Boboran Siam, Neda Hapunten tina Kalelepatan...!

A

Aras, ngaras, munjungan ka saluhureun; ngaras teku, ngaras sampean, munjungan ku jalan ngarangkul suku.

B

Bobor, 1. lemesna tina buka puasa,; boboran, lemesna tina lebaran (Sawal jeung Rayagung); 2. bedah (bendungan); bobor karahayuan, kecap-kecapan katarajang apes, cilaka atawa meunang kasusah.

D

Dulag, ngadulag, nabeuh bedug dilagukeun pikeun tanda kudu mimiti puasa, bubar taraweh, waktu sahur, bubar salat Ied, jste.

H

Hampura, lemesna hapunten atawa hampunten, ngahampura, ngalubarkeun kasalahan atawa dosa batur, mere ampun.

I

Itikaf, (Arab) ngasingkeun diri tina kariweuhan hirup sapopoe, biasana cicing di masigit bari terus eling ka Pangeran.

J

Jakat (Arab), rukun Islam nu kaopat, kawajiban ngaluarkeun sabagian tina harta banda anu geus ditangtukeun ukuranana pikeun pakir miskin jste. anu boga hak narima, jurutulis jakat, tukang nuliskeun jakat.

K

Kupat, ngaran kadaharan tina beas atawa cere sabangsa leupeut, ngan dikulubna make urung tina daun kalapa nu dianyamkeun.

L

Langgar, 1. tajug, tempat salat jeung diajar ngaji Kur'an, masjid leutik, 2. ngalanggar, ngarempak, teu ngestokeun kana aturan atawa undang-undang: Nu ngalanggar undang-undang bisa dihukum panjara.

Layu, 1. alum, geus henteu seger lantaran kakurangan cai (dangdaunan, kekembangan); lalayu sekar, (papakean), antara weuteuh jeung buruk, pantes keneh dipake ka jalan; 2. alum (jelema), pias teu cahayaan, biasana nu geus deukeut kana ajalna; layuan, layon, lemes tina mayit, turub layuan, ngaran caturangga (= watek kuda) nu kurang hade.

Lepat, 1. lemes tina luput atawa salah; kalepatan, kalelepatan, kasalahan, dosa, kaluputan; 2. lemes tina poho.

M

Masigit, masjid, adegan gede paranti salat, bandingkeun tajug, langgar.

O

Opor, ngaran pasakan tina daging (hayam, meri, jeung saterusna) nu make cipati jeung rupa-rupa bungbu; opor guluntungan, opor hayam atawa meri anu teu diracah heula.

P

Pun, 1. hampura: Pun sapun ka Sang Rumuhun, kalimah pangrajah jurupantun, nu maksudna menta hampura ka karuhun, bisi aya kasalahan; punten atawa panganpunten, lemes tina maap (Arab), hampura, diucapkeun upama rek ngaliwat ka hareupeun batur atawa rek asup ka imah batur; ampun, tobat, menta hampura; paralun (= pun make rarangken tengah ar jeung al), hampura, ampun, diucapkeun upama teu dihaja ngalengkahan Qur'an jste.; 2. kecap-gaganti nu bogana istimewa nu diteundeun di hareup: pun biang, indung abdi; pun bojo, lemes tina pamajikan kuring; dina pun Ahmad, pun Ali jste. kecap pun sok dipake upama urang nyaritakeun jalma nu sahandapeun urang ka saluhureun; 3. wadah obat bedil.

S

Sekar, 1. (Kawi), kembang; nyekar, ngembang, jarah ka kuburan bari ngawurkeun kembang atawa rampe kana kuburan nu dijarahan; lalayu sekar, ilikan layu; 2. (Jawa), pupuh: Sekar Magatru, pupuh Magatru; lurahsekar, pamingpin gamelan nu dikawihan ku jurusinden; 3. calacah, lebu roko: wadah sekar, asbak (Walanda), tempat miceun calacah.

Sungkem, nyungkem, nyium tuur atawa nyium suku jelema anu dihormat.

T

Tajug, langgar, masjid leutik di kampung, lain masjid jami.

Takbir (Arab), ngucapkeun "Allohu Akbar" kalawan bedas; malem takbir atawa malem takbiran, malem lebaran Sawal jeung lebaran Rayagung (di masjid-masjid sok loba jelema anu takbir ti bada isa nepi ka subuh); takbiratulihram, ngucapkeun takbir bari ngajungjungkeun leungeun duanana nepi ka handapeun ceuli, sarta niat salat dina hate.

W

Wilujeng, lemes tina waluya, salamet; ngawilujengkeun, ngucapkeun wilujeng, ngadoakeun salamet.