Sabtu, 05 September 2009
Tensi Pasar
Para ulama memaknai ramadhan dalam tiga fase, yaitu kasih sayang (rahmat), ampunan (maghfiroh), dan pembebasan dari api neraka. Laksana sebuah kejuaraan yang berlangsung sebulan penuh, sepuluh hari pertama adalah babak penyisihan, berlanjut ke semifinal, hingga berujung ke final di hari-hari terakhir ramadhan.
Tidak sekedar fase, bisa juga diartikan volume. Ibarat piramida, bagian bawah selalu bervolume lebih banyak, lalu mengerucut sampai bagian puncaknya. Atau mungkin juga, jumlah barisan jamaah shalat tarawih di hari-hari pertama puasa yang berbilang baris, membludak hingga ke tanah lapang di depan serambi mesjid, sampai tersisa di penghujung puasa tidak berbilang baris lagi. Bisa dikatakan pada saat itu imam merangkap makmum, merangkap muajin, dan merangkap bilal... !
Ramadhan adalah sebuah kompetisi. Yang menggapai garis finish tanpa cela adalah insan terbaik. Di awal peserta selalu banyak. Kemudian seleksi alamiah berjalan, ujian, godaan, iming-iming, kesibukan, kesenangan temporer, bisa berakibat sebagian peserta tidak pernah mencapai finish. Tidak merasakan bagaimana menyentuh pita kemenangan, apalagi naik podium berkalung untaian bunga, disambut gemulai "bidadari" podium yang wangi bersenyum indah, lalu mengangkat tropi juara dengan ditingkahi percikan air samphagne keberhasilan.
Ramadhan di perkotaan memang semarak. Semua mendapat "berkah" tanpa kecuali. Mulai dari pasar tradisional sampai hypermarket, dari pasar kaget di perkampungan sampai mall berkelas di jantung perkotaan. Mall dan pusat perbelanjaan penuh sesak, tempat parkir penuh, trolley tabrakan, kasir super sibuk dengan antrian mengular, hampir tidak ada ruang untuk menjejakan kaki, pendingin udara mendadak jadi pemanas udara... semuanya menjadi overload...!
Pengalaman saya tatkala melewatkan waktu di pusat belanja di seputar bundaran Hotel Indonesia beberapa saat lalu, jika anda melewatkan waktu menjelang maghrib disana, dijamin mencari tempat duduk di food court atau resto sulit minta ampun... semua meja bertulis reserved tidak ada bangku kosong, semua sudah "diduduki". Hingga anda harus "tawaf" berkali-kali sembari membawa nampan ta'jil, barulah mendapat tempat singgah... setelah tebar "intimidasi" agar yang duduk segera berlalu, itupun sambil menunggu petugas pembersih meja yang tidak jua muncul karena sibuk atau memang lagi berbuka juga... lagi-lagi itupun dapat di smoking area...!
Begitulah tensi pasar meningkat tajam menjelang sepuluh hari terakhir ramadhan. Inpus THR yang turun di 14 hari terakhir ramadhan, kian memacu tensi menjadi kencang. Harga-harga kebutuhan sekunder berupa sandang, mungkin tidak selalu mengikuti hukum pasar. Demand yang meningkat drastis, bisa jadi tidak diikuti kenaikan harga, justru pasar dibombardir dengan aneka diskon... akhirnya permintaan menjadi berlipat-lipat kali. Bukan tanpa alasan, semua bergulir atas nama cuci gudang.
Berbeda dengan pasar kebutuhan pokok, harga-harga disini menjadi "liar". Ibu-ibu mendadak pusing tujuh keliling, gara-gara uang ditangan menjadi tiada arti. Selembar uang menjadi tidak cukup, pedagang meminta berlembar-lembar, untuk barang yang sama agar bisa dibawa pulang. Bapak-bapak menjadi terpojok. Rengekan dan tangisan anak-anaknya, membuat kian tak berdaya. Untung masih ada asset tersisa, waktu yang tepat memarkir asset di pegadaian. Seperti headfoto diharian nasional beberapa hari lalu, deretan rapi traktor menjadi asset penolong para petani, diparkiran pegadaian. Sesuai motonya "Menyelesaikan Masalah tanpa Masalah", maka pegadaian menjadi ikut sibuk dan ketiban rejeki tahunan. Akhirnya cashflow in kembali menggairahkan pasar...!
Di sektor keuangan & perbankan, tidak kalah meriah. Perbankan menggelontorkan uang pecahan kecil untuk melayani kebutuhan deposan dan debitur. Penukaran uang kecil menjadi primadona transaksi di kasir-kasir. Antrian di banking hall mengular keluar pintu. Hingga para teller kepayahan, ditengah aneka ragam permintaan nasabahnya. Trend yang sama adalah operasi pasar uang kecil oleh cash management di tempat-tempat tertentu. Bahkan inang-inang sudah lebih dulu memulai, di terminal bus, stasiun kereta, atau tempat keberangkatan lainnya.
Demikianlah tensi pasar mengindikasikan 160/120. Sayang, tensi ramadhan di surau dan mesjid, justru terindikasi sebaliknya, ada koreksi tensi yang tajam... hampir menyentuh batas malfunction, padahal disana juga terjadi diskon besar-besaran dengan itikaf sebagai promo andalan, apalagi 10 hari terakhir...!
Semua ada ditangan anda, itikaf di mesjid atau tawaf di mall... selamat berpuasa!
Kamis, 20 Agustus 2009
Ramadhan 1430 H
Senin, 17 Agustus 2009
Dirgahayu RI
Minggu, 02 Agustus 2009
Cinema XXI BSD City
Cinema XXI BSD City beroperasi sejak 16 Juli 2009 lalu, berselang seminggu dari premiere Blitzmegaplex BSD City. Cineplex yang berlokasi di:
Cinema XXI BSD City
BSD Plaza Lt.2
Jl. Pahlawan Seribu, Sektor IV, BSD City, Serpong, Tangerang
Telp. (021) 5372704
berjarak kurang lebih satu kilo meter dari Blitzmegaplex ke arah gerbang utama BSD City. Kehadirannya merupakan hasil make over dari Cinema 21 sebelumnya. Setelah melewati fase revitalisasi sekitar satu bulan, maka jadilah Cinema 21 BSD City berubah wujud menjadi Cinema XXI BSD City.
Apa saja yang berubah?
Pertama, tentu saja yang berubah adalah namanya. Meskipun berasal dari jaringan bioskop yang sama, Cinema XXI sepertinya merupakan repositioning dari Cinema 21. Seperti anda ketahui, di beberapa tempat gerai Cinema 21 telah berganti nama menjadi Cinema XXI. Pada tahun-tahun terakhir, sepengamatan saya kondisi Cinema 21 BSD City memang nyaris kurang greget, tampak dari sisi kunjungan penonton dan "aura gelap" bioskopnya.
Namun, kini sangat berbeda, icon bioskop tampak berwarna kuning emas cukup cerah dan mencolok menempel di depan dinding Plaza BSD. Otomatis menggantikan tempat sebelumnya, yang berisi baliho-baliho film dalam deretan now playing.
Kedua, selain repositioning adalah upgrade kelas bioskop. Artinya ada pergeseran pada target market penonton, yang semula cenderung basic, maka sekarang agak middle. Tampak pada fasilitas ticketing dengan computer display, lobby yang kian cantik, toiletris yang memadai, mini cafe, sofa tunggu dan display now playing & coming soon yang sama sekali baru dan telah ditata ulang cukup apik. Beberapa bagian lantai lobby beraksen karpet persegi.
Agak sedikit berbeda dengan Blitzmegaplex, display now playing & coming soon berupa hard poster film dengan pelapis kaca atau acrylic, sementara di Blitzmegaplex sudah tampil dengan layar LCD.
Jumlah layar tetap dipertahankan sebanyak 4 buah, dengan penamaan Cinema One, Two, Three, dan Four. Yang tampak berbeda sekali adalah tempat duduk penonton, jika semula berwarna merah khas 21, kini berwarna biru muda, tentu saja lebih lega & nyaman, dilengkapi dengan handrest. Deretan antar baris pun berjarak lebih longgar, sehingga memudahkan anda melewati kursi-kursi itu ketika akan menuju kursi yang berada di pinggir.
Bagaimana dengan tata suara?
Ketika saya menjajal di Cinema Two untuk penayangan film My Mom's New Boy Friend yang dibintangi Antonio Banderas dan Meg Ryan, DOLBY memperkenalkan diri sebagai pengusung tata suara di cinema ini. Bagi saya DOLBY berhasil mereproduksi effect suara yang cukup jernih dan seimbang.
Kehadiran Cinema XXI BSD City, kemungkinan merupakan antisipasi pasar dengan masuknya Blitzmegaplex di kawasan ini. Diperkirakan pasar penonton yang dibidik, memiliki kesamaan diantara keduanya. Tidak heran selain persaingan dalam fasilitas cinema, tak kalah pentingnya adalah persaingan dalam harga tiket masuk (HTM):
- Senin sampai Kamis, HTM Rp.15.000,-
- Jum'at, Sabtu, Minggu/hari libur Nasional, HTM Rp.25.000,-
So, mau menonton dimana? Mereka menayangkan, anda yang menentukan tempatnya...!
Selamat menonton...!
Senin, 20 Juli 2009
Isra Mi'raj 1430 H
Minggu, 19 Juli 2009
Blitzmegaplex BSD City
Ya, jika anda penggemar film bioskop, kini Blitzmegaplex hadir di BSD City. Tepatnya berada di:
Blitzmegaplex BSD City
Teraskota Entertaintment Center
Lantai 2,
Jl. Pahlawan Seribu, CBD Lot VII B, BSD City, Serpong
Telp. (021) 30025725, Fax. (021) 30025711
Sebagai informasi Teraskota merupakan pusat hiburan terbaru di Pusat Kawasan Bisnis BSD City. Lokasinya berada satu kawasan dengan Ocean Park yang telah lebih dulu hadir. Meski Teraskota belum sepenuhnya beroperasi dan masih berbenah, Blitzmegaplex BSD City telah dibuka untuk umum sejak 10 Juli 2009.
Mengikuti konsep jaringan Blitzmegaplex lainnya, Blitzmegaplex BSD City hadir dengan 9 auditorium. Terdiri dari 8 audi reguler dan satu audi dengan konsep stadium seating. Merupakan lokasi terbaru setelah Paris Pan Java Bandung (10 layar, 2200 tempat duduk, Oktober 2006), Grand Indonesia Jakarta (11 layar, 2997 tempat duduk, Maret 2007), Pacific Place Jakarta (8 layar ekslusif, 1200 tempat duduk, November 2007), dan Mall of Indonesia Jakarta (10 layar, 1768 tempat duduk, Juli 2008). Karena merupakan komplek cineplex terbesar itulah Blitzmegaplex mendapat penghargaan MURI (Museum Rekor Indonesia) sebagai The Biggest Cinema in The Country pada tahun 2007.
Melengkapi fasilitas cineplex ini adalah: Gamesphere, Blitzshoppe, Coffer corner, Smoking lounge, dan ruang tunggu yang nyaman.
Setiap hari jadwal penayangan film rata-rata dimulai pukul 12.00 hingga pemutaran terakhir yang dimulai pada pukul 22.00. Terdiri dari film produksi Hollywood, Indonesia, Asia, Indie, hingga film-film festival. Meskipun terbuka terhadap film berbahasa Indonesia, sepertinya terdapat penekanan khusus pada penayangan film-film berbahasa Inggris. Terbukti saat saya berkunjung dari tujuh film pada barisan Now Playing ternyata hanya satu judul film berbasis bahasa Indonesia.
Berbeda dengan Blitzmegaplex di lokasi lainnya, harga tiket masuk (HTM) relatif terjangkau:
- Senin sampai Kamis, HTM Rp.15.000,-
- Jum'at, Sabtu, Minggu/hari libur Nasional, HTM Rp.25.000,-
Ketika saya mencoba melewatkan tengah malam akhir pekan, saat itu film berjudul UP tengah tayang di auditorium 4. Deretan kursi berwarna biru menyambut. Sayang, jika dibanding di Cinema XXI BSD City, rasa-rasanya ukuran kursi relatif lebih kecil, dengan sandaran lebih tegak, dan hand rest terbuat dari plastik yang dilengkapi bottle cage jadi sedikit kurang nyaman. Dengan intro yang berbeda, DOLBY juga memperkenalkan diri sebagai penyandang tata suara di audi ini. Sebelumnya, iklan produk sudah wara-wiri sebelum thriller coming soon beraksi.
So, bagi anda yang berniat jalan-jalan dan menghabiskan waktu akhir pekan anda dengan menonton film di sekitar Serpong. Rasanya Blitzmegaplex cukup representatif dan bisa menjadi opsi bagi anda. Have a nice weekend...!

